Dari Benoka Sampai Sorosikun
media @ 5:21 AM

(Berita LL Edisi 61 Juni 2006)

Tiga puluh enam kepala keluarga dari Benoka akhirnya pindah ke tanah mereka di Sorosikun, ke tanah milik sendiri, tanah masa depan
by. Daniel & Wendy

Kelurahan Lidak merupakan sebuah kelurahan yang terletak di dalam wilayah kecamatan Kota Atambua. Di dalam kelurahan terdapat sebuah kamp bernama Benoka. Pada akhir tahun 1999 kurang lebih puluhan kepala keluarga asal kabupaten Ermera menempati daerah ini setelah mengungsi dari daerah asal akibat pertikaian politik.

Saya mengunjungi Benoka pertama kali pada bulan April tahun 2006. Saya ingat betul waktu itu teman saya Wendy yang mengajak saya kesana karena ada pertemuan dengan beberapa tokoh masyarakat untuk membicarakan tentang rencana perpindahan ke tempat tinggal yang baru. Dari pertemuan itu saya kemudian mengetahui bahwa hampir sebagian besar kepala keluarga di kamp Benoka akan pindah ke tempat baru bernama Sorosikun yang jaraknya kurang lebih enam kilometer dari Benoka. Ceritanya dengan hasil pengumpulan uang bersama mereka telah berhasil membeli sebidang tanah dengan harga sembilan juta rupiah. Pembayaran pertama sebesar tiga juta rupiah dan sisanya akan dilunasi pada saat mereka sudah pindah dan menetap di Sorosikun.

Pertemuan yang berlangsung kira-kira jam sepuluh pagi itu dimaksudkan untuk mencaritahu harapan dan keinginan warga menyangkut waktu pindah yang tepat menurut mereka. kami siap untuk pindah secepatnya tapi kami masih harus bicara dulu dengan para pemilik tanah di sekitar lokasi yang kami beli kata salah satu tokoh masyarakat waktu itu . Pembicaraan yang dimaksud sangat penting karena untuk mengangkut barang saat pindah harus melewati tanah orang lain.

Beberapa hari kemudian setelah pertemuan itu, salah satu tokoh masyarakat mendatangi kami untuk menyampaikan bahwa negosiasi dengan pemilik tanah sekitar lokasi telah dilakukan dan hasilnya mereka boleh melewati tanah dibagian barat saat perpindahan berlangsung. Saya dan Wendy kemudian menindaklanjuti dengan membantu warga kamp untuk bisa mengkomunikasikan dengan IOM (International Organisation of Migration) untuk bisa dapat membantu memfasilitasi perpindahan.

Surat permohonan bantuan kepada IOM selanjutnya disetujui. Saya dan Wendy sangat gembira dengan hasil itu. Kami berdua tahu bahwa perpindahan jika di biayai sendiri akan memakan biaya yang besar sekali.

Karena IOM memiliki prosedur ketat mengenai perpindahan maka selain daftar nama dan daftar barang, tiap-tiap orang yang akan pindah wajib di periksa kondisi kesehatannya. Karena itu satu hari sebelum perpindahan, pemeriksaan kesehatanpun dilakukan. Proses pemeriksaan kesehatan berlangsung tanggal 29 Mei 2006. tepat pukul 10.00 wita, tim medis yang berjumlah enam orang tiba di lokasi kamp. Pemeriksaan baru berakhir pada pukul 14.00 wita.

Begitu selesai pemeriksaan kondisi kesehatan, saya berbincang-bincang dengan salah satu anggota tim medis. Saya menanyakan bagaimana hasil pemeriksaan yang dilakukan. Dari perbincangan itu saya kemudian mengetahui bahwa tidak ada warga yang mengidap penyakit serius. Rata-rata hanya mengalami penyakit ringan seperti flu dan gejala demam biasa. Semua warga terlibat aktif dalam proses pemeriksaan. Beberapa ibu membawa anak-anaknya untuk diperiksa. Tim medis yang datang merupakan tim medis dari PUSKESMAS Kota Atambua yang direkomendasikan oleh DINAS Kesehatan kabupaten Belu.

Setelah pemeriksaan kesehatan saya dan Wendy kembali mengingatkan warga untuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa pada esok hari. Kami juga mengingatkan bahwa perpindahan akan dilakukan pagi hari, kira-kira jam tujuh. Selanjutnya kami berdua kembali ke rumah dan berharap agar perpindahan esok hari dapat berlangsung baik dan lancar.

Keesokan harinya, 30 mei 2006, proses perpindahan berlangsung kira-kira jam sembilan pagi. Enam truk melakukan pengangkutan barang tiap kepala keluarga. Awalnya saya menyangka perpindahan bisa berlangsung cepat. Taksiran saya menjelang sore sudah selesai. Tetapi pada kenyataannya proses pengangkutan baru selesai pada malam hari pukul 19.30 wita atau jam setengah delapan.

Dukungan IOM terhadap perpindahan ternyata tidak hanya terbatas pada penyiapan pemeriksaan kesehatan dan sarana pengangkut barang, melainkan juga pada penyiapan makan siang dan malam bagi masing-masing kepala keluarga beserta anggotanya. Tepat pukul 13.00 wita diadakan pembagian makan siang sedangkan pembagian makan malam diadakan pada pukul 18.30 wita.

Pemindahan warga kamp Benoka ke Sorosikun hari itu berjalan lancar dan baik. Berhasil diberangkatkan saat itu sebanyak 36 KK dari 37 KK yang direncanakan. Satu keluarga yang tidak dipindahkan barangnya hari itu dikarenakan kepala keluargta yang bersangkutan saat itu berada di Kupang.


|

alamat kontak

CIS Timor
Jl.KB.Lestari No.11, Kota Baru, Walikota, Kupang
Nusa Tenggara Timur
Tel/Fax. 0380-833210
e mail : cis_timor@telkom.net

Navigasi

lorosae lian

10 tulisan terakhir

  • Suguhan Kerapu Bakar di Tulakaboak
  • JADUP untuk Kebutuhan Komunitas
  • Penerimaan Warga Lama Kunci Keberhasilan Sebuah In...
  • Awal perjalanan menuju Halifunan-Bortetuk
  • Belajar dari Halifunan-Bortetuk
  • Cerita dari Babulu Selatan
  • 50 KK Eks Timor-Timur Dari Naibonat Dan Tuapukan
  • Manusak; "Kanaan" baru bagi eks pengungsi
  • RIK; Dari Penerima Informasi Ke Aktor Informasi
  • arsip tulisan

  • October 2005
  • March 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • May 2007
  • June 2007
  • January 2008
  • January 2009
  • sapa kami

    # pengunjung

    web counter
    web counter

    Media Alternatif

    LL_81.pdf

    LL_80.pdf

    LL_79.pdf

    LL_78.pdf

    LL_77.pdf

    LL_76.pdf

    LL_75.pdf

    LL_74.pdf

    LL_73.pdf

    LL_50.pdf

    Copyright ©2005 cis timor. All rights reserved | designed by : okke