![]() |
|
|
:: Solusi Layak bukan Mimpi ::
(Kutipan Editorial LL Edisi Khusus) Salam pembebasan..! Pembaca Lorosae Lian yang terhormat, penanganan masalah pengungsi yang telah memasuki tahun ke tujuh sejak 1999 lalu. Sudah saatnya untuk membebaskan diri kita dari "pagar" status yang dikenal dengan sebutan "Pengungsi". Oleh banyak pihak istilah pengungsi sudah tak dipakai. Kebanyakan memakai istilah "warga baru". Terutama di kabupaten Belu, mulai dari tingkat pimpinan daerah hingga bawahannya sudah memakai istilah ini. Pertanyaannya apakah sudah semua kita bisa kenal sebagai warga baru? Kalau bisa, mengapa masih ada yang menetap di tanah orang, di kamp-kamp darurat, yang hidupnya tidak tenang karena terancam diusir pemilik tanah?. Jika demikian, apakah sebutan warga baru itu layak kita sandang? Edisi khusus ini, merefleksikan perjalanan program ATUP (Aid to Uprooted People) yang telah dilaksanakan selama 18 bulan terakhir terhadap pencapaian solusi layak. Apakah sudah membantu membebaskan kita semua dari kungkungan permasalahan pengungsi di Timor Barat ini? Dua tahun terakhir, sudah terdapat lebih dari 2000 keluarga yang keluar dari kamp dan pindah ke lokasi baru yang diusahakan sendiri. Apa yang dicapai selama dua tahun terakhir, bukan karena kerja keras pemerntah saja atau Oxfam GB saja, tapi yang terutama adalah karena kemauan masyarakat untuk mengambil keputusan dan merealisasikannya dalam tindakan nyata serta kerja keras. Saat ini sudah banyak permukiman baru yang hadir di Timor Barat. Ini semua berkat tanah hasil usaha mandiri masyarakat, bantuan perumahan dari pemerintah maupun bantuan Shelter, sarana air bersih dan dukungan peningkatan ketahanan pangan dari Oxfam GB dan mitranya, juga ada transportasi dari IOM. Semuanya saling mengisi demi terselesaikanya masalah pengungsi di Timor Barat ini. Tais Solusi Layak yang kita impikan, mulai berbentuk. Namun banyak benang yang belum disulam. Ini pekerjaan rumah buat kita, masyarakat, pemerintah, LSM dan semua yang masih mau peduli dan bertanggungjawab atas semua ini. |
CIS Timor web counter LL_81.pdf LL_80.pdf LL_79.pdf LL_78.pdf LL_77.pdf LL_76.pdf LL_75.pdf LL_74.pdf LL_73.pdf LL_50.pdf |